![]() |
| Syahriadi Al-Bugisyi |
Penyebaran HOAX ini tengah menjadi persoalan yang cukup serius. HOAX menjadi salah satu pemicu fenomena putusnya pertemanan, gesekan dan permusuhan.
Informasi yang bersifat HOAX menyebar dengan cepat baik melalui saluran media sosial maupun grup diaplikasi chating seperti WhatsApp, Facebook dan selainnya.
Mengapa banyak orang yang mudah percaya dengan informasi-informasi HOAX dan mengapa pula penyebarannya begitu masif meski kebanarannya belum dapat dipastikan?
Maka jawabannya adalah orang lebih cenderung percaya HOAX jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimilikinya sehingga tercipta TAMENG PENCITRAAN. Misalnya; seseorang yang memang sudah tidak setuju terhadap sesuatu atau kebijakan tertentu. Maka ketika ada informasi yang dapat mengafirmasi opini dan sikapnya tersebut, ia mudah percaya.
Intinya, jika HOAX menjadi SENJATA menakutkan, maka PENCITRAAN menjadi TAMENG yang digunakan sebagai perisai diri, melindungi dari gesekan benda atau senjata yang ditembakkan dengan emosi dan membabi buta.
Setali tiga uang, jika HOAX menjadi SENJATA yang membunuh, maka PENCITRAAN menjadi TAMENG yang meracuni.
Menghadapi Bulan Suci Ramadhan ini, tentunya kita harus melawan Penyebaran HOAX dan PENCITRAAN, sehingga Amal Ibadah yang kita lakukan menjadi BERKAH dengan selalu TABAYYUN dari segala informasi yang diterima.
Kita berdoa kepada Allah, semoga Keberkahan Bulan Suci Ramadhan dapat kita raih, dan Badai Wabah Virus Corona Segera Berlalu.
Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar